Biarlah waktu yang akan menyembuhkan sakit hatiku ini. Anda pasti pernah mendengar seseorang berkata demikian. Pendapat saya dengan pernyataan di atas, saya kurang setuju. Bukan waktu yang akan menyembuhkan namun tindakan nyata berupa memaafkan dan mengampuni dengan tulus hati yang menyembuhkan.

Dari beberapa klien dengan rentang usia 40an hingga 60an, yang mengalami masalah baik di aspek mental, emosi dan pikiran maupun tubuh fisik (psikosomatis), disebabkan oleh karena klien secara terus menerus membawa kemarahan, perasaan terluka, sakit hati, dendam, kesedihan mendalam, kesepian,dll, yang semuanya itu berasal dari peristiwa traumatis di masa kanak-kanan dan remaja.

Sesungguhnya klien bermasalah oleh karena belum adanya tindakan untuk memaafkan, mengampuni dan melepas semua emosi negatif yang mengganggu hidup mereka selama ini.

Saat kita memaafkan dan mengampuni, sebenarnya saat itulah kita mulai pulih dan sembuh dari berbagai luka batin yang kita derita selama ini.

Memaafkan dan mengampuni adalah sebuah perbuatan yang sangat egois karena hanya menguntungkan pihak yang memaafkan.

Demikianlah adanya…

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *