Banyak orangtua mengeluh dan mengatakan bahwa membesarkan anak laki-laki lebih sulit daripada anak perempuan. Namun, tidak sedikit ibu-ibu yang mengatakan sebaliknya bahwa membesarkan anak perempuan lebih sulit daripada anak laki-laki. Mereka berpendandapat, “Anak laki-laki itu praktis, tidak seperti anak perempuan itu “ribet”…”. Mana yang benar?

Pada dasarnya mendidik anak laki-laki maupun anak perempuan bukan perkara mana yang lebih sulit, melainkan perbedaan dalam menangani dan membesarkannya. Dan bila kita sebagai orangtua tahu akan kuncinya maka tidak ada yang sulit dalam menangani dan membesarkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan.

Berikut ini beberapa hal penting yang perlu orangtua pahami dan mengerti bagaimana memperlakukan seorang anak perempuan dan laki-laki berdasarkan data-data terkait mengenai hormon dan jaringan otak yang dialami oleh anak laki-laki dan perempuan yang memang ada perbedaannya.

1. anak laki-laki dan perempuan sama-sama menyukai sentuhan fisik, hanya jenisnya berbeda. Anak laki-laki cenderung suka dengan sentuhan fisik yang lebih kasar seperti halnya pelukan sambil berguling-guling, bergulat atau pukul-memukul memakai guling. Menurut para ahli hal ini terjadi sebagai pemenuhan dorongan maskulinnya yang dipengaruhi oleh hormon testosteron yang membuat anak laki-laki ingin lebih, ingin termotivasi dan kemudian energinya meledak-ledak.

2. Berilah contoh dari sebuah tindakan nyata yang kita orangtua lakukan.Untuk anak laki-laki, tunjukan bagaimana menghargai lawan jenis dengan cara kita menghargai pasangan kita.

3. Anak laki-laki memang diciptakan untuk fokus hanya pada satu hal saja. Oleh karenanya ketika anak laki-laki sedang menonton TV atau bermain dia tidak akan memproses teriakan atau panggilan dari orangtua, dia mendengar namun belum tentu direspon. Untuk itu datangi dia, pegang bahunya, lalu ajak bicara. Jangan justru kita merasa jengkel dan melontarkan kata-kata “Kamu ini, kalau dipanggil ngak pernah nyahut…”.

4. Saat anak laki-laki berusai 6-7 tahun sebaiknya diikutkan dalam sebuah kegiatan olahraga, menggambar, bermusik atau beladiri. Karena anak laki-laki pada saat itu energinya sangat besar akibat hormon testosteron. Sebaliknya anak perempuan yang terlihat lebih tenang bisa diikutkan dalam kelas menari atau balet.

5. Hargailah dan pujilah anak laik-laki atau perempuan saat mereka bersikap baik pada anak yang lebih kecil. Satu hal yang penting adalah jangan sekali-kali kita memukul atau melakukan sesuatu yang melibatkan fisik karena ini akan membuat anak laki-laki merasa kehilangan harga dirinya dan anak perempuan menjadi mudah diperlakukan kasar, atau sebaliknya, anak perempuan berlaku kasar pada teman laki-lakinya manakala beranjak remaja atau dewasa nantinya.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *